Search

Memuat...

About Me

My Family

Loading...

Konversi Satuan

Pengunjung

Diberdayakan oleh Blogger.

Tentang Fisika

Fisika, mata pelajaran yang berhubungan dengan zat dan energi. Banyak ditakuti oleh peserta didik di tingkat SMP maupun SMA, karena dianggap banyak belajar rumus, rumus …. dan rumus. Banyak membahas tentang benda mati dan hal-hal yang abstrak. Ironinya, walaupun kurang diminati banyak orang-orang Indonesia yang memperoleh penghargaan di bidang Fisika dan hampir setiap tahun selalu mengirimkan wakilnya untuk mengikuti Olimpiade Fisika.

Perkembangan Fisika
Fisika (Bahasa Yunani: φυσικός (physikos), "alamiah", dan φύσις (physis), "Alam"), adalah sains atau ilmu tentang alam dalam makna yang terluas. Fisika mempelajari gejala alam yang tidak hidup atau materi dalam lingkup ruang dan waktu. Para fisikawan atau ahli fisika mempelajari perilaku dan sifat materi dalam bidang yang sangat beragam, mulai dari partikel submikroskopis yang membentuk segala materi (fisika partikel) hingga perilaku materi alam semesta sebagai satu kesatuan kosmos (Wikipedia).
Sejak zaman dulu, manusia terus memperhatikan bagaimana benda-benda di sekitarnya berinteraksi, kenapa benda yang tanpa disangga jatuh ke bawah, kenapa benda yang berlainan memiliki sifat yang berlainan juga, dan sebagainya. Mereka juga mengira-ira tentang misteri alam semesta, bagaimana bentuk dan posisi bumi di tengah alam yang luas ini dan bagaimana sifat-sifat dari matahari dan bulan, dua benda yang memiliki posisi penting dalam kehidupan manusia purba. Secara umum, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini mereka secara mudah langsung mengaitkannya dengan pekerjaan dewa. Akhirnya, jawaban yang mulai ilmiah namun tentu saja masih terlalu berspekulasi, mulai berkembang. Tentu saja jawaban ini kebanyakan masih salah karena tidak didasarkan pada eksperimen, bagaimanapun juga dengan begini ilmu pengetahuan mulai mendapat tempatnya. Fisika pada masa awal kebanyakan berkembang dari dunia filosofi, dan bukan dari eksperimen yang sistematis. (Wikipedia).
Fisika dapat dibagi ke dalam dua ruang lingkup, yaitu : Fisika Teori (hanya dapat dijelaskan sebatas teori/perhitungan) dan Fisika Eksperimental (sudah dapat dibuktikan dengan eksperimen/percobaan). Adapun teori-teori yang berkembang di Fisika antara lain :
1.       Teori Mekanika Klasik
Membahas tentang Hukum Gerak Newton, Mekanika Lagrangian, Mekanika Hamiltonian, Teori Chaos, Dinamika Fluida dan Mekanika Kontinuum.
2.       Teori Elektromagnetik
Membahas permasalahan Elektrostatik, Listrik, Magnetisitas, Persamaan Maxwell.
3.       Teori Termodinamika dan Mekanika Statistik
Membahas tentang Mesin Panas(Kalor) dan Teori Kinetik Gas.
4.       Teori Mekanika Kuantum
Membahas tentang Path Integral Formulation, Persamaan Schrodinger, dan Teori Medan Kuantum.
5.       Teori Relativitas
Membahas tentang relativitas khusus dan relativitas umum.

Bidang-bidang Utama Fisika
Ilmu Fisika dibagi dalam beberapa bidang kajian, yang mengkaji permasalahan mengenai zat dan energi, mulai dari benda (materi) yang kelihatan sampai yang tidak kelihatan (misalkan atom) serta yang bersifat abstrak (tidak bisa dilihat tetapi dapat dirasakan, misalnya energi, listrik). Secara umum bidang-bidang dalam fisika adalah :
1.       Astrofisika
Mengkaji tentang Kosmologi, Ilmu Planet, dan Fisika Plasma. Adapun teori yang berkembang antara lain teori Big Bang, Inflasi Kosmik, Relativitas Umum, Hukum Gravitasi Universal dan lain sebagainya.
2.       Fisika Atomik, Molekul dan Optik.
Mengkaji tentang Fisika Atom, Fisika Molekul, Optik dan Photonik. Teori yang berkembang yaitu Teori Optik Quantum.
3.       Fisika Partikel
Mengkaji tentang Fisika Akselarator dan Fisika Nuklir. Membahas tentang konsep-konsep gaya, partikel elemen, Teori keseluruhan Energi Vakum.
4.       Fisika Benda Kondensi
Mengkaji tentang Fisika Zat Padat, Fisika Material, Fisika Polimer, Mineral Butiran. Salah satu teorinya adalah Teori BCS (Berdeen, Cooper, Schrieffer) yang membahas tentang Superkonduktor.

Keterkaitan dengan ilmu lain.
Sama seperti ilmu-ilmu yang berkembang, Fisika tidak dapat berkembang tanpa bantuan disiplin ilmu yang lain. Matematika merupakan ilmu yang banyak membantu Fisika dalam penyelesaian masalah dan perhitungan. Bahkan dewasa ini telah berkembang disiplin ilmu yang mempelajari ilmu fisika yang diintegrasikan dengan ilmu yang lain, misalnya ada istilah kimia kuantum yang membahas aspek-aspek atom dalam kimia yang lebih ditekankan dari sifat-sifat energi dari atom. Disiplin ilmu Geografi selain membahas tentang masalah sosial kependudukan, juga mempelajari tentang gejala alam dan antariksa (astronomi)